Admin

Wednesday, October 14, 2009

Badan dah besaq, Bodo takat tu lagi.... Jahilnya....


Salamun Alaik… Bismillahi walhamdulillah.

Rezki itu tak turun dari langit. Subhanallah. Permulaan yang baik menampakkan perjalanan yang baik, keturunan yang baik, persinggahan yang terbaik, kehidupan yang terhebat dan pengakhiran yang termolek. MasyaAllah, sebentar saja hidup ini. Tapi banyak perkara yang masih tertunda dan masih belum terlaksanan.

Sedih bila memikirkan pengakhiran hidup masyarakat Islam hari ini semakin hambar, makin keluar taring penyakit WAHN yang sepatutnya hanya wujud dalam jiwa yahudi laknatullah. Tapi penyakit itu makin kejam merenggut setiap jiwa umat Muhammad.


Allahu akbar!

Setakat ini sahajakah hidup kita?

TIDAK SAMA SEKALI

Perhitungan pasti datang, apa yang kita bawa?

DUIT? HARTA? KEDUNIAAN?

Bila ada yang berbicara bab akhirat, dikatakan golongan taksub, tapi kejahilan ketaksuban dunia tidak pula dikira taksub? Dhoifnya pemikiran umat hari ini. Tahu atau tidak, penyakit WAHN? Atau tahu sengaja pura-pura tak tahu?

Penyakit yang pernah disebut oleh Junjungan Mulia Rasulullah s.a.w semasa hayat baginda. Penyakit yang terhebat melanda idealisme kemanusiaan dewasa ini.

‘CINTAKAN DUNIA TAKUTKAN MATI’

Rasulullah salallahu’alaihi wasalam bersabda :

akan datang masanya dimana manusia akan terkena penyakit wahn, lalu seorang sahabat bertanya : apa itu penyakit wahn ya Rasulullah, lalu Rasul pun menjawab : penyakit wahn adalah penyakit cinta dunia ( ubudduniya ) dan takut mati." (Al-hadist)

Penyakit wahn memang sengaja dibisikan oleh syaitan sebagaimana janji syaitan untuk menyesatkan manusia dalam kalam-NYA :

“Iblis menjawab:

"Kerana Engkau telah menghukum aku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”
( Q.S. Al- A’raaf 7 : 16-17 )

Ingatlah sahabat…. Kisah Qarun adalah salah satu contoh di zaman Rasulullah yang menggambarkan tentang penyakit wahn ini.

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemewahannya berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia : “ moga- moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun . Sesungguhnya ia benar- benar mempunyai keberuntungan yang besar.

Berkatalah orang-orang yang di anugerahi ilmu : “ kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang- orang yang beriman dan beramal soleh“.

( QS. Al- Qashash 28 : 79- 80 ).

Lihat sendirilah dengan pancaindera kita ni, umat Islam hari ini ibarat buih-buih dilautan. Cepat benar liuk lentok dengan keduniaan. Semurah itukah iman kita? Sejumud itukah hati kita menilai dunia?

Ingat dan pasakkan dalam hati kita ini…. supaya kita sentiasa menjaga ruh yang ada ini. Kalau bahasa kasarnya gini la… ‘Dah la pinjam (Allah yang kasi ruh, jasad, kemewahan), lepas tu tak reti-reti nak jaga dengan baik, cemarkan pula dengan benda-benda kotoq (daki dunia). Kita akan mati… Tak adanya nak angkut harta 7 keturunan tu nak masuk kubur esok… ditinggal-tinggalkan juga akhirnya (tak sempat masuk kubur lagi pewaris dah berebut nak bahagi harta…. Kan nampak jahil tu…). Ketahuilah bahawa:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
( QS.Al-Imran 3 : 185 )


seperti motto dari Abu bakar radhiallahuanhuma :

rindukanlah kematian niscaya kamu akan dikaruniai kehidupan.

Maksud dari motto sahabat Rasul tersebut adalah :

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.”
( QS.Al-Imran 3 : 169 )

ya, mereka tidaklah mati tapi saat kematian mereka di dunia itu adalah jalan menuju pada keabadian hidup disisi Allah Subhanahu wata’ala, kita yang beriman kepada agama Islam tentunya tahu bahwa adanya alam kehidupan lain setelah alam kematian kita di dunia ini, dan itulah saat kita harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan kita.

“ Kemudian sungguh, pada hari itu kamu akan ditanya tentang kenikmatan yang kamu peroleh hari ini ( yang kamu megah-megahkan di dunia itu)."
( QS. Al-Takatsur 102:8)


Peringatan:


‘Untuk melihat generasi akan datang, lihatlah kepada generasi hari ini’

‘Hindari permasalahan hati yang kusut hingga membebankan kita terutama masalah ‘couple’ yang tak berkesudahan. Tunang yang belum terikat. (bukan jaminan nak merendek,bukan tiket nak tunjuk aurat kamu wahai muslimatku sayang). Dengaq sini, katakan TIDAK pada COUPLE, katakan YA pada NIKAH. Kalau tak reti-reti juga, balik tela’ah semula la kitab “IQRA’” tu, ulang sampai masuk dalam sanubari yang jahil tu, biar tertusuk sampai tulang putih, lepas tu saya yakin kamu akan jumpa titik penyelesaian masalah hati kamu tu.

Saya menyantap ini untuk diri saya dan kalian yang ingin berbagi ilmu...

Wallahu’alam

Wasalam wbt.

2 comments:

  1. UQ berkata: "Kalau tak reti-reti juga, balik tela’ah semula la kitab “IQRA’” tu, ulang sampai masuk dalam sanubari yang jahil tu, biar tertusuk sampai tulang putih, lepas tu saya yakin kamu akan jumpa titik penyelesaian masalah hati kamu tu."

    HM berkata: " haha. mantap2!.. Alhamdulillah."

    ReplyDelete
  2. Allah hu akbar HM, kata-kata tu keluar tak dapat ditahan2 lagi... Semuga apa yang cuba UQ sampaikan ni dapat menfaat pada diri UQ sendiri dan diri antum... salam imtihan dari UQ to HM

    ReplyDelete