Admin

Sunday, April 22, 2012

Taubatku

Dalam hujan renyai,
Aku duduk bersimpuh,
Menghadap rumah Yang Maha Satu,
Jauh dari terlalai,
Tunasku kembali tumbuh,
Dan aku berlari membawa hatiku.


Dalam hujan masih renyai,
Ada rasa jiwa bertuhan,
Mengukir hati demi bersyukur,
Tidak terlafaz kalimah itu,
Hanya Engkau jualah yang tahu,
Kerna Kau ringankan segala beban.

Hidup kini menanti mati,
Hilang sudah kenangan semalam,
Dia semakin hampir,
Melambai padaku memanggil-manggilku,
Ada kesakitan yang menyucuk,
Apakah nafas sudah dihujung tanduk?

Ya Allahu Rabbi,
Inginku hentikan semuanya,
Segala dosaku jangan Kau biarkan,
Melainkan Kau beri keampunan,
Kerna kini aku sedang menanti mati,

Ya Allah,
Meskipun aku tahu,
Curahan air mata kini,
Tidak bisa membersihkan dosaku,
Namun cukuplah sekadar,
Ianya menjadi saksi kunciku,
Bahwa aku sememang benar-benar,
Sudah bertaubat…

5.38 petang, sabtu, 4/12/2010

Mengapa gelisah?

Assalamualaikum wbt.


satu kegelisahan dalam hati yang jarang terungkap...


kenapa kita gelisah?


1. Nak exam?
2. Tak cukup duit?
3. Masalah dalaman?
4. Masalah kerja?
5. Masalah keluarga?


Kita jarang-jarang sekali bertanya mengapa kita gelisah, apa yang kita tahu cuma merasakan gelisah itu...


Just make a fantastic decision....


cuba tanya diri kita kembali....


cukupkah aku?


1. Solatku?
2. Akhlakku?
3. Imanku?
4. Aqidahku?


Kerjalah seolah2 kita akan hidup lebih lama lagi, tetapi beribadahlah seolah2 kita akan mati esok hari, sesungguhnya mengingati mati itu ada pahalanya...


ia.... kematian yang makin hampir.... cukupkah bekal kita?


-bukan senang nak senang dan bukan susah untuk susah-


tepuk dada tanya diri -muhasabahlah diri kita


'Bekerjalah untuk duniamuseolah-olah kamu akanhidup untuk selamalamanyadan bekerjalahuntuk akhiratmu seolaholahkamu akan mati padaesok harinya.'

- ibn Umar


wslm