Search This Blog

Tuesday, October 20, 2009

ingin aku merasa...


Assalamualaikum wbt.

Kisah seorang sahabat yang sangat baik tetapi diuji dengan ujian yang sangat hebat.
Dunia ini seolah-olah tidak adil bagi seorang muslimah yang sangat berhati mulia tetapi diuji dengan seberat masalah. Saya kira ujian ini belum tentu saya mampu menanggungnya. Mendengarkan rintihan hati seorang sahabat yang saya anggap seperti adik sendiri. Bukan niat saya untuk mempamerkan kisah hidupnya tetapi semua yang tertulis ini adalah untuk pengertian pembaca bahawa hati wanita yang rapuh ini jangan diperkotak-katikkan sehingga menjadi lunyai!

Kemelut itu bukan ujian biasa, ya... mungkin kemahuannya begitu tetapi hakikatnya, hanya Dia yang tahu. Allah tidak menjadikan ini sia-sia sahabatku, saya yakin suatu kemanisan bakal datang kepadamu, namun, hanya kita sahaja yang tak pasti bila ianya akan hadir. Allah bisa membolak-balikkan hati manusia, berdoalah semuga Allah menetapkan hati kita atas agamanya dan memperjuangkan agama yang SUCI ini, sekali gus memberi hidayah yang kau terima ini kepada dia. InsyaAllah, Allah akan memberikan apa sahaja dengan sekelip mata jika Dia kehendaki.

Rasulullah s.a.w. juga bersabda:

"Sesungguhnya, jika Allah s.w.t. mencintai sesuatu kaum, maka mereka akan diuji. Andainya mereka redha dengan ujian tersebut, maka baginya keredhaan Allah s.w.t…"

Perisai kamu adalah doa, sabar yang kau ada itulah sebenarnya kunci kepada kekuatan dan Allah bakal meninggikan martabatmu, wahai sahabatku. Saya tak punya apa untuk kamu tetapi saya punya Allah untuk kamu punyai juga. Bergantunglah hanya kepada Allah, kau terlalu baik sehingga Allah mengujimu dengan ujian bertubi-tubi, tidak lain hanyalah untuk memberi peringatan kepadamu agar kamu hanya perlu bergantung hanya padaNya. Kemanisan akan kau kecapi satu saat nanti.

Ya, Allah sedang berbicara denganmu soal sabar... Ingin benar dia mendengar rintihanmu, ingin benar dia menjadi yang pertama dalam pengaduanmu... lantakkan pergi fitnah dunia itu, jagalah dirimu agar fitnah itu pergi dan tidak mahu kembali lagi...

Sahabat…Dalam perjalanan suluk, sebenarnya cara Allah menguatkan keimanan kita adalah dengan mengirimkan berbagai ujian kehidupan kepada kita. Bagaimana kita mengatakan kita benar-benar beriman selagi kita belum diuji? Allahu akbar!

Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 155)

Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.


Sahabat... Saya tahu ujian untukmu sangat berat, saya rela jika bebanan itu saya tanggung juga, agar terasa ringan sedikit beban dibahumu, tapi Allah mengatakan bahawa saya tidak layak untuk menanggungnya seperti mana kau menanggungnya. Maka perlihatlah olehmu bahawa Allah sahaja yang tahu siapa kita sebenarnya, Saya berdoa semuga ketabahan yang kau miliki bukan sedetik cuma tetapi sehingga akhir hayatmu, kerna syurga abadi sedang menantimu.

demi kasih ini saya sampaikan dan saya abadikan dalam blog ini.

untuk sahabat yang pernah ku kenali.

wallahu'alam!

6 comments:

  1. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirahmanirahiim..

    Orang beriman menyedari bahwa Allah sedang mengujinya. Dia juga menyedari bahwa segala hal dalam hidup ini adalah tidak kekal. Al Qur’an menyatakan bahwa Allah akan menguji manusia melalui kebaikan dan keburukan.

    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS Al Anbiya', 21:35).

    Dengan alasan ini, orang yang hidup sesuai dengan Al Qur’an mengetahui bahwa bukanlah nikmat yang dia terima, melainkan sikapnya terhadap nikmat tersebutlah yang bernilai di hadapan Allah.

    Allahualam. Astaghfirullahalazim..

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, Cubaan tanda Allah masih peduli sama kita....

    Ya Allah, jangan Kau pesongkan hati kami dari jalanMu setelah Kau memberi hidayah dan nikmat merasai cintaMu walaupun, aku tak bisa sempurna!

    syukran atas komenmu itu sahabat!

    wslm

    ReplyDelete
  3. Semoga Allah beri ketabahan pada sahabat nti itu..

    ReplyDelete
  4. assalamualaikum..

    selepas baca post ini, diri sdri pon dapat rasakan bagaimana beratnya tanggungan yang ditanggung dia. Dia dipilih Allah untuk diuji, dan mengapa bukan kita kn..hmmm..

    sebagai kawan, tiada apa yang mampu utk dibantu selain daripada memohon drpd Allah untuk meringankan bebanan itu..
    sesungguhnya tanggungan itu sedikit sebanyak mematangkan beliau selain mengingatkan diri kita sendiri juga bahawa tiada tempat yang paling berhak mengadu selain Allah...

    ReplyDelete
  5. wslm opie...

    Allah sentiasa memilih dan menetapkan hambaNya yang mana yang mampu dan mana yang tak mampu untuk hadapi sebarang ujian, Allah jua meilih kita untuk menjadi siapa kita waktu dulu, kini dan akan datang, Allah jua yang memilih hambaNya supaya menjadi iktibar untuk hambaNya yang lain, Allah jugalah yang memilih kita sama ada kita mampu atau tidak untuk bangun dan bermunajat hanya kepadaNya diri ini diabdikan selamanya...

    subhanallah, Allahu Akbar!

    syukran opie atas komentarnya.

    ReplyDelete